بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu'alaikum wr. wb
Pada suatu hari, seketika sedang berkumpul dengan para sahabat, Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan. Beliau bersabda;
"Pada suatu saat nanti, akan datang ditengah-tengah kamu wahai umat Islam, dimana orang-orang lain disekililing kamu akan bersatu mengerubungi kamu, seperti bersatunya orang-orang mengerubungi makanan diatas meja hidangan. Akan datang suatu saat nanti, dimana kondisimu dikepung sedemikian rupa, yang barat mau menerkam, yang timur mau menghantam, yang selatan akan menginjak-injak dan yang utara pun akan menjelajah. Kondisimu seperti makanan diatas meja hidangan."
Sebagian sahabat merasa heran dan terkejut, lalu mereka bertanya;
"Apakah jumlah kami pada waktu itu sedikit Ya Rasul? Kami sampai dikepung sedimikian rupa."
Beliau menjawab;
"Sama sekali Tidak. Kamu tidak sedikit pada saat itu. Bahkan jumlahmu sangat banyak. Kamu adalah Mayoritas. Tetapi keadaanmu saat itu persis seperti buih dilautan. Banyak tetapi centang perenang. Banyak tetapi tidak punya daya dan kekuatan. Banyak tetapi dipermainkan gelombang lautan dihempaskan ketepian pantai tanpa punya makna dan arti. Kondisimu pada saat itu kuantitas yang tanpa kualitas. Sehingga orang lain enak saja mengepung kamu. Akidah mu didangkalkan, dibanjiri dengan peradaban dan kebudayaan yang menjauhkan dari agama dari segi maksiat dan mungkar. Seluruhnya mengepung sampai kita melepaskan nilai-nilai Islam kita ini."
"Dan Celakanya.. Sambung beliau.
"Akan dicabut kehebatanmu, dimata musuh-musuhmu. Sehungga pada saat seperti itu, orang lain memandang mu, umat Islam enteng saja, remeh saja, tidak ada apa-apanya."
Sudahlah! pokoknya umat islam sikat saja. Umat Islam enteng. Umat Islam kecil. Umat Islam tidak ada apa-apanya. Alangkah ironinya, alangkah menyedihkannya, memilukan dan sekaligus memalukan. Umat yang mayoritas ini dipermainkan dengan oleh yang minoritas. Umat yang jumlahnya terbesar, terbanyak bahkan konon menurut catatan mencapai 90 % tapi dipermainkan oleh mereka kelompok-kelompok kecil ini. Pada saat itu di hati mu dicampakkanlah penyakit Wahn.
Sahabat kemudian bertanya;
"Apakah penyakit Wahn itu yaa Rasul?"
Beliau menjawab;
"Penyakit Wahn itu tidak lain terlalu cinta kepada dunia dan terlalu takut kepada mati. Materialistis dan takut resiko. 2 penyakit inilah yang menyebabkan walaupun umat ini mayoritas tapi dipermainkan oleh yang minoritas. Walaupun ia golongan terbesar tapi nasibnya seperti makanan di meja makan. Dari segala macam penjuru mau menghantam dia.
Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia, ini merupakan analisa sosial. Bahwa pada suatu saat nanti akan terjadi ditengah-tengah umat, dimana kita dihantam dan diserbu dari segala penjuru. Akidah didangkalkan, peradaban dan kebudayaan dirusak, makanan dan minuman diracuni, pakaian ditelanjangi dan lain sebagainya. Sampai kita melepaskan nilai Islam yang kita cintai ini. Kondisi sosial ini suatu saat akan datang kepada kita. Demikian analisa dan peringatan dari Rasulullah S.A.W.
==========================================================
Berikut saya kutip dari cerama KH. Zainuddin MZ
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar